Sistem Pendingin Jadi Senjata Utama
Salah satu aspek yang membuat modifikasi ini menarik adalah pemasangan water cooling.
Komponen tersebut dipasang untuk membantu menjaga suhu motor tetap stabil ketika bekerja dengan tenaga lebih besar.
Keberadaan water cooling terbukti efektif saat motor digunakan dalam perjalanan jauh maupun melintasi tanjakan yang cukup ekstrem.
Selain itu, motor juga sudah memiliki charger tanam 25 ampere sehingga proses pengisian daya menjadi lebih praktis saat berada di stasiun pengisian kendaraan listrik umum.
Teruji di Jalur Menanjak
Kemampuan motor hasil modifikasi ini telah diuji dalam perjalanan komunitas dari Jonggol menuju Curug Cibereum.
Rute tersebut dikenal memiliki tanjakan panjang yang sering menjadi ujian bagi kendaraan listrik.
Dalam pengujian tersebut, motor tetap mampu melaju menggunakan mode D tanpa perlu berpindah ke mode S. Bukaan gas setengah saja sudah cukup untuk menaklukkan tanjakan.
Yang lebih menarik, tidak ditemukan gejala overheat maupun penurunan performa selama perjalanan berlangsung.
Modal Rp6 Jutaan untuk Performa Lebih Galak
Biaya modifikasi yang dikeluarkan tergolong cukup terjangkau.
Motor side drive bekas dibeli dengan harga sekitar Rp3,5 juta. Kemudian proses fabrikasi dan berbagai kebutuhan pendukung menghabiskan dana sekitar Rp2,5 juta.
Dengan total investasi sekitar Rp6 juta, pemilik mendapatkan peningkatan performa yang terasa signifikan dibandingkan kondisi standar.
Tak heran jika modifikasi semacam ini mulai menjadi inspirasi bagi pengguna motor listrik yang ingin meningkatkan kemampuan kendaraan tanpa harus membeli unit baru.