Polytron juga menyematkan fitur regenerative braking yang berfungsi membantu mengisi ulang baterai saat motor mengalami deselerasi.
Selain itu, performa motor tetap stabil meski kapasitas baterai mulai menurun.
Bahkan saat baterai berada di level rendah, kecepatan masih bisa dipertahankan hingga sekitar 60 km/jam pada mode D.
Fitur Semakin Lengkap
Polytron Fox 350 dibekali berbagai fitur modern yang biasanya ditemukan pada motor dengan harga lebih tinggi.
Fitur tersebut meliputi cruise control, hill start assist, reverse mode atau mundur, keyless system, alarm, USB Type-C, hingga konektivitas aplikasi smartphone.
Menariknya, aplikasi pada ponsel dapat berfungsi sebagai kunci cadangan apabila remote utama tertinggal atau hilang.
Motor ini juga menggunakan sistem tombol sentuh untuk menghidupkan kendaraan serta membuka jok.
Kapasitas bagasi di bawah jok tergolong cukup besar dan mampu menyimpan helm open face beserta perlengkapan berkendara lainnya.
Masih Ada Beberapa Kekurangan
Meski menawarkan banyak keunggulan, Polytron Fox 350 masih memiliki beberapa catatan.
Suspensi depan dan belakang dinilai terlalu empuk sehingga mudah mentok saat melewati jalan rusak atau polisi tidur.
Posisi kaki juga dianggap belum senyaman skutik premium seperti Yamaha NMAX maupun Honda PCX karena area tengah motor cukup lebar akibat penempatan baterai.
Selain itu, kualitas finishing pada beberapa bagian bodi masih perlu ditingkatkan karena ditemukan celah panel dan detail plastik yang kurang rapi.
Namun secara keseluruhan, motor listrik ini tetap dinilai memiliki value for money yang menarik.
Dengan harga mulai Rp13,5 juta, fitur lengkap, performa memadai, dan jarak tempuh yang mampu menembus lebih dari 130 kilometer, Polytron Fox 350 berpotensi menjadi salah satu motor listrik yang paling diminati pada 2026.